Bab 33
"Apa?"
Begitu mendengar kabar ini, Maxi hanya peduli pada kondisi putrinya. Dia sama sekali tidak sempat memikirkan kenapa Cassandra menelepon Johan, bukan dirinya.
"Cepat, cepat! Biar aku dengar! Cassandra? Kamu di mana?"
Maxi berteriak panjang, sampai akhirnya dari seberang telepon terdengar suara Cassandra yang lemah.
"Ayah."
Hanya dua kata itu saja, mata Maxi langsung berkaca-kaca. Tangannya yang memegang ponsel bergetar hebat.
"Aduh, putri kesayangan Ayah ... bagaimana kondisimu? Kamu terluka nggak? Kamu di mana? Ayah akan pergi menyelamatkanmu sekarang juga!"
"Ayah ... aku sekarang diam-diam menelepon saat para penculik itu keluar merokok. Orang yang menculikku adalah Paman Felix ... Paman Felix!"
Suara Cassandra terdengar serak dan kering, jelas seperti orang yang terluka. Nadanya ketakutan sekaligus teraniaya.
Dia terisak. "Aku nggak tahu ini di mana. Ayah, aku takut sekali. Ayah cepat datang menolongku, huhu ...."
Begitu mendengar putri kesayangannya menangis seperti itu, hati

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link