Bab 13
Tidak lama berselang, pada sebuah jamuan bisnis, para tamu hadir dengan busana mewah sambil berbincang dan menyesap minuman.
Seorang pesaing yang selama ini tidak akur dengan Keluarga Yandika, membawa gelas anggur dan mendekati Fajar, suaranya sarat dengan ejekan yang sengaja dipertontonkan. "Pak Fajar, kudengar istrimu yang cantik seperti mawar merah berduri itu ... kabur ya? Wah, sayang sekali! Jujur aku cukup mengagumi keberaniannya. Dia berani melawan siapa saja, nggak seperti wanita tertentu yang hanya bisa menempel pada laki-laki dan menangis manja. Kalau kamu memang nggak mau dia lagi, kenapa nggak kasih ke aku saja? Aku sangat bersedia 'mengambil alih' ... "
Sebelum kalimatnya selesai, Fajar tiba-tiba berbalik dan menghantam wajah pria itu dengan sebuah pukulan keras.
Suara gelas pecah menyatu dengan jeritan kesakitan.
Dengan mata memerah seperti binatang buas yang tersentuh saraf paling sensitifnya, Fajar meledak tanpa menahan diri. Dia menerjang lawannya dan menghujaninya den

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link