Bab 402
Bibir tipis Marvin terangkat dan tersenyum malas, "Kenapa? Kamu sepertinya kecewa saat melihatku?"
"Sepertinya aku nggak tunjukkan ekspresi apa pun?"
"Kamu memang nggak menunjukkan ekspresi apa-apa, hanya saja ...." Marvin menunjuk matanya. "Tertulis di situ."
Merry tidak suka perasaan seolah dirinya bisa dibaca, lalu berkata datar, "Untuk apa kamu datang ke sini?"
"Kabar Yuna yang terluka sudah ramai dibicarakan di kastil. Katanya dia seperti titisan dewi keadilan, sampai rela maju menghadang peluru untukmu dan Shayne."
"Kalau sudah tahu, kenapa masih tanya aku?"
"Versi gosip pasti berbeda dengan versi asli. Aku penasaran jadi datang untuk menanyakan kejadian aslinya, nggak boleh?"
"Kamu nggak terlihat seperti orang yang suka gosip."
Alis Marvin sedikit terangkat, "Di tempat membosankan seperti ini, siapa pun bisa jadi tukang gosip."
Merry melirik jam. Kalau Shayne melihat Marvin di sini, bisa jadi masalah.
Dia tidak mau cari masalah untuk dirinya sendiri, sementara Marvin tipe orang

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link