Bab 425
Tawa pelan wanita terdengar jelas di gudang yang gelap dan kosong.
Wajah Marco langsung menjadi suram, "Merry, apa yang kamu tertawakan?"
Merry menggeleng, wajah cantiknya pucat di bawah lampu kuning redup, hanya mata beningnya yang berkilau terang.
"Aku sedang berpikir, sebenarnya Tuan Marco membenci Shayne atau justru sedang membantunya?"
Kening Marco mengernyit, "Apa maksudmu?"
Merry menatapnya, "Sekarang asal tanya sedikit saja di kastil, semua orang akan bilang Yuna dan Shayne akan menikah sebentar lagi. Memang benar Shayne belum setuju menikahi Yuna dan itu ada hubungannya denganku. Tapi kalau aku mati atau kehormatanku ternoda, dengan status seperti Shayne, apakah dia masih mau padaku?"
"Sekarang di sisinya ada Yuna yang sangat mencintainya. Dia bukan hanya cantik, statusnya juga sepadan, bahkan bisa memberi banyak bantuan dalam karier Shayne ...."
Merry mengangkat mata melihat tatapan Marco yang mulai goyah.
"Tuan Marco pikir, kamu sedang membalas dendam padanya atau justru sed

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link