Bab 426
Setelah Marco pergi, barulah Merry bisa mengamati sekeliling.
Tempat ini sepertinya sebuah gudang tua yang sudah lama terbengkalai, di atas hanya ada satu bohlam redup yang bahkan tidak bisa menerangi seluruh gudang.
Tangan dan kaki Merry diikat dengan tambang kasar yang sangat kencang, seakan takut dia bisa lepas dan kabur.
Gudang itu rapat tanpa celah, tidak ada jendela sama sekali. Satu-satunya jalan keluar hanyalah pintu besar tempat Marco masuk tadi.
Kedua pengawal itu tahu Merry tidak akan bisa kabur, mereka juga tidak mau menunggu di dalam gudang yang suram ini, jadi keluar.
Sebelum pergi, mereka mengancamnya dengan galak agar jangan macam-macam, kalau tidak dia akan menderita.
Merry mengangguk, menunjukkan kalau dia akan patuh.
Kedua pengawal itu keluar dan berjaga di depan gudang.
Pintu besar perlahan tertutup, Merry yang lemah hanya bisa bersandar pada tiang kayu tempat dia diikat.
Gudang itu dingin dan suram, bahkan cahaya pun hampir tidak bisa masuk.
Merry sama sekali tidak

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link