Bab 433
Marvin melirik layar, lalu alisnya sedikit terangkat.
Dia menyodorkan ponsel itu ke Merry. "Telepon dari suamimu."
Merry menatap layar yang memperlihatkan identitas penelepon dan tidak bergerak untuk waktu lama.
Marvin mengingatkan, "Kamu nggak mau angkat?"
Merry seperti baru tersadar, lalu mengangkat teleponnya.
"Merry, malam-malam begini kamu ke mana?"
Begitu tersambung, suara pria di seberang terdengar tidak senang.
Merry diam sebentar, baru menjawab, "Aku di rumah sakit."
"Apa?"
"Aku di rumah sakit." Merry mengulangi, suaranya tenang tanpa emosi.
Napas di seberang terdengar semakin cepat, "Aku langsung ke sana sekarang."
Belum sempat Merry bereaksi, telepon sudah diputus.
Merry menatap ponsel yang berubah jadi nada sibuk, wajahnya datar.
Ponsel itu tidak terlalu kedap suara, apalagi Marvin duduk sangat dekat, jadi dia mendengar percakapan mereka.
"Kamu nggak mau bilang ke dia kalau kamu nggak di rumah sakit istana?"
Merry meletakkan ponsel ke samping, "Belum sempat bilang, dia suda

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link