Bab 434
Mata Merry bergetar sedikit, "Menurutmu dia nggak akan percaya padaku?"
Marvin mengangguk, "Kamu bilang kamu hilang karena diculik, tapi nggak bisa kasih bukti apa pun. Kalau dia sampai berpikir ...."
Merry menyambung kalimatnya, "Kalau Shayne pikir marah karena dia nggak pulang semalaman, lalu sengaja ngomong begitu, bahkan sengaja membuat diriku sendiri demam?"
Marvin menatapnya santai, "Bukankah itu trik andalan wanita? Yuna juga memakai cara itu dan berhasil menahan Shayne."
"Kamu pikir aku juga akan pakai trik seperti itu?"
Marvin menatap mata Merry, lalu tersenyum tipis, "Dengan sifatmu, kamu nggak akan melakukan itu. Hanya saja ... siapa yang bisa jamin? Rasa cemburu wanita sangat menakutkan, bahkan sulit ditebak."
Merry terdiam sebentar, "Jadi, nggak ada yang akan percaya kebenarannya, dan percaya kata-kataku ... begitu?"
"Bukan."
Merry menatapnya kaget.
Suara Marvin malas dan santai, "Aku percaya dengan kata-katamu."
Merry tertegun, mungkin karena kepalanya masih berat, otakny

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link