Bab 435
"Aku juga nggak tiap hari menempel sama Merry. Jadi aku mana tahu bagaimana dia bisa sakit?"
Nada kalimat itu, jelas mengandung sindiran.
Shayne tentu bisa mendengarnya.
Tapi di hadapannya bukan Merry, jadi Shayne tidak merasa perlu memberi penjelasan apa pun.
Dia bersiap membuka pintu dan masuk kamar pasien, tapi Marvin kembali memanggilnya.
"Pak Shayne."
Shayne mendongak menatapnya.
Lampu lorong putih terang jatuh di wajah Marvin yang tegas, menambah sedikit kesan nakal.
"Menurutmu ... Merry mencintaimu?"
Pertanyaan itu terlalu pribadi.
Seharusnya bukan hal yang layak keluar dari mulut Marvin.
Shayne tentu tidak mungkin menjawabnya, "Sepertinya itu nggak ada hubungannya sama kamu, Tuan Muda Marvin."
Marvin tersenyum santai, "Kalau begitu, kamu percaya dia nggak?"
Shayne menatapnya sebentar, lalu akhirnya berkata, "Percaya."
"Seberapa percaya?"
Shayne tidak menjawab lagi, matanya yang dalam menatap Marvin seakan sedang mencari sesuatu.
Marvin juga tidak memaksa, hanya berkata, "Hari i

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link