Bab 526
Kilatan muncul di mata Yuna. Dia menatap wajah cuek Merry dan menggertakkan gigi.
"Kalau aku melompat, kamu benar-benar akan memaafkanku?"
"Tentu saja."
Yuna menarik napas dalam-dalam dan akhirnya memantapkan hati.
"Oke."
Pupil mata Shayne sedalam langit malam. Raut wajahnya tenang dan sama sekali tidak berkedip setelah mendengar jawaban Yuna.
Hidung Yuna terasa agak perih.
Mereka sudah saling kenal cukup lama, mengapa pria itu begitu dingin dan cuek?
Sesuatu muncul di hatinya, Yuna tidak tahu apakah itu kesedihan dan kemarahan atau rasa malu karena diabaikan.
Yuna menatap laut yang gelap seolah sedang menatap jurang tak berdasar.
Sesaat keraguan muncul di dalam hati, tetapi akhirnya muncul tekad kalau tidak bisa memiliki Shayne, mungkin Yuna juga akan menyerah dan melompat.
Gaya berpakaian Yuna selalu manis dan feminin, hari ini dia juga mengenakan gaun seputih salju.
Gaun putih itu terlihat mencolok di balik kegelapan malam.
Gaun putih itu berkibar tertiup angin malam, dipadukan deng

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link