Bab 545
Tangan Shayne sangat kuat. Sambil memperbaiki postur Merry, dia meletakkan tangan satu di atas tangan wanita itu dan membantunya membidik.
"Jaga tangan kirimu tetap stabil, jangan genggam terlalu erat, berdiri tegak, jangan membungkuk."
Suara pria itu terngiang di telinga Merry, begitu rendah dan jernih bagaikan es yang jatuh ke piring dan mengetuk hatinya dengan lembut.
Merry agak melamun.
Saat asyik melamun, peluru sudah melesat dan mengenai sasaran.
Shayne tidak sadar Merry telah melamun. "Sudah ingat semua ini?"
Entah mengapa saat itu Merry tiba-tiba kehilangan minat.
Dia kehilangan minat belajar dan meletakkan pistolnya.
"Aku mau ke kamar mandi."
Setelah itu, dia meletakkan pistol kembali dan keluar sendiri tanpa menunggu tanggapan Shayne.
Sandra berkata, "Merry, tunggu aku, aku akan pergi bersamamu."
Shayne melihat sosok wanita itu yang menjauh, alisnya agak berkerut.
"Pak Shayne." Suara Yuna terdengar dari samping, "Mau istirahat sambil menunggu Nona Merry?"
Shayne menoleh, meli

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link