Bab 546
Merry paling tahu orang seperti apa Shayne itu.
Jarang sekali bisa mendengarnya bisa berkata "lumayan".
Ini adalah pengakuannya atas keahlian menembak Yuna.
"Terus kamu?" Merry menatapnya, "Apa kamu sehebat Yuna?"
Shayne menunduk, bibir tipisnya menempel di telinga Merry dan berkata dengan suara rendah yang merdu.
"Menurutmu?"
"Kalau begitu, kenapa nggak bertanding dengan Yuna?"
Shayne mengernyitkan dahi. "Ngapain bertanding dengannya?"
"Lebih menarik kalau ada pertandingan. Yuna sudah belajar menembak sejak kecil. Jangan bilang kamu takut nggak bisa mengalahkannya? Tapi kalau dipikir-pikir, masuk akal juga. Kamu akan kehilangan muka kalau nggak bisa mengalahkan seorang wanita."
"Merry, usahamu memprovokasiku nggak akan berhasil." Bibir tipis Shayne menyentuh telinganya, "Ayo coba sesuatu yang lebih praktis, lebih efektif."
Bibir Merry berkedut.
Merry sudah tahu persis maksud pria ini dengan "praktis" tanpa bertanya.
Begitu menoleh, Sandra melihat Merry dan Shayne sedang bermesraan. Ke

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link