Bab 14
Ucapannya tiba-tiba terhenti.
Karena Stanley mengangkat kepala, menatapnya dengan sorot mata sedingin es, tanpa sedikit pun kehangatan.
Di dalam tatapan itu, ada kemarahan, ada kejijikan, juga tekanan yang nyaris brutal, sesuatu yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
"Stanley?" Senyum Yolanda membeku di wajahnya. Entah kenapa hatinya mendadak gelisah. "Ada apa denganmu? Kenapa menatapku seperti itu? Aku ... aku juga melakukannya demi kebaikanmu ... "
"Demi kebaikanku?" Suara Stanley serak, kata demi kata diucapkan dengan tegas. "Siapa yang menyuruhmu menyentuh barang-barangnya? Siapa yang menyuruhmu ... membuangnya?!"
Dia mengangkat kotak beludru kotor di tangannya, tatapannya melekat tajam pada Yolanda.
"Barang ini miliknya! Cuma sedikit ini barang peninggalannya yang masih tersisa!"
Suaranya sedikit bergetar karena emosi yang meluap.
"Apa hakmu ... menganggapnya sampah dan membuangnya begitu saja?! Apa hakmu?!"
Teriakan Stanley membuat Yolanda mundur selangkah. Wajahnya memucat seje

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link