Bab 10
Pesawat dari Nordenia Utara langsung menuju Kota Luzaro, lepas landas tepat pukul delapan dari bandara Ibu Kota.
Rasa kantuk datang berkesinambungan, dia benar-benar tak sanggup menahannya, perlahan menutup mata yang menghitam karena kurang tidur.
Tidur kali ini berlangsung lebih dari tujuh jam.
Saat terbangun kembali, Elyra baru benar-benar menyadari bahwa dirinya memang sudah pergi dari pria itu.
Seorang diri, jauh dari tanah kelahiran, menuju negeri asing.
Ini adalah masa depan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.
Dan hanya setelah berubah, barulah dirinya mengerti bahwa perpisahan ternyata tidak sesakit itu, dan kesepian juga tidak sepedih yang dibayangkan.
Dirinya melangkah dengan tenang.
Tanpa air mata, tanpa penyesalan, hanya kelegaan yang tak berujung.
Serta sedikit harapan yang memang tidak membara, tetapi kian lama kian menyala.
Dalam kondisi batin seperti ini, Elyra merasa jauh lebih ringan.
Dia mengeluarkan ponselnya, membuka daftar hal-hal yang sudah dia susun sebelum

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link