Bab 13
Mendengar teguran keras bernada tajam itu, wajah Dario yang semula acuh tak acuh perlahan-lahan menjadi dingin.
Bu Vera khawatir ayah dan anak itu akan kembali bertengkar, segera turun tangan meredakan suasana dan mengalihkan topik.
"Anak ini perlu menjamu klien untuk urusan kerja, minum sedikit juga terpaksa, kenapa kamu harus memarahinya?"
"Rio, apa badanmu nggak enak? Pergi mandi dulu, nanti Bibi buatkan sup penawar mabuk untukmu."
Suasana hati yang tadinya bagus sudah rusak, Dario pun kehilangan kesabaran untuk bersandiwara basa-basi dengan Bu Vera. Dia meninggalkan satu kalimat lalu naik ke lantai atas.
"Nggak perlu."
Usai mandi air dingin, perut Dario mulai terasa nyeri menusuk.
Menahan ketidaknyamanan, dia membongkar seluruh lemari, tetapi hanya menemukan satu strip obat lambung yang sudah kosong. Amarahnya meledak, dia menghantam meja dengan kepalan tangan.
Keringat dingin bercampur air mengalir turun dari dahinya.
Dario menggertakkan gigi dan menyekanya, sorot matanya memancar

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link