Bab 18
"Bukankah Keluarga Sutama di Kota Altara dan Keluarga Tiranta di Kota Norwig selama ini nggak pernah saling bertemu? Kenapa dia datang?"
Bisik-bisik para tamu menyebar di seluruh aula perjamuan.
Semua pandangan tertuju pada sosok tinggi di ambang pintu.
Kresna berdiri di sana, setelan jasnya rapi tanpa cela, namun sorot matanya gelap dan mengerikan.
Tatapannya terkunci mati pada tangan Vanya dan Tristan yang saling menggenggam erat, seolah ingin membakar tangan itu hingga berlubang.
"Kenapa Pak Kresna menatap Nona Vanya seperti itu? Jangan-jangan mau merebutnya?"
Hampir di saat yang sama, Tristan langsung menarik Vanya ke dalam pelukannya, lengannya terentang di depan tubuhnya, seperti membangun dinding tak kasatmata untuk melindunginya.
Di luar dugaan, Vanya justru tampak tenang.
Dia menatap Kresna, lalu tiba-tiba tersenyum. "Untuk apa Pak Kresna datang ke sini? Mengantar hadiah pernikahan?"
Kalimat itu seperti sebilah pisau yang menghunjam keras ke dada Kresna.
Rahangnya mengeras, u

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link