Bab 19
Sehari sebelum pernikahan, di kediaman pribadi Keluarga Sutama.
Vanya duduk di depan meja rias di ruang pengantin, jarinya menelusuri kristal-kristal kecil yang menghiasi gaun pengantin.
Sinar matahari masuk dengan pas melalui jendela. Di halaman, para pelayan sibuk menata tempat pernikahan untuk besok. Semuanya tampak sempurna.
Terdengar ketukan lembut di pintu.
"Vanya?"
Tristan masuk, membawa secangkir teh melati hangat di satu tangan, sementara tangan lainnya memegang kotak hadiah beludru yang indah.
Dia mengenakan setelan jas hitam yang rapi, dengan kerah sedikit terbuka. Mata di balik kacamata emasnya menatap lembut, tak seperti biasanya.
"Kamu hampir nggak menyentuh sarapanmu," ujarnya sambil meletakkan teh di dekat tangan Vanya, nada suaranya penuh kekhawatiran. "Orang dapur bilang, kamu hanya meminum setengah gelas susu."
Vanya menatapnya dan tersenyum tipis. "Tristan, apakah ini bentuk hukuman karena aku malas sarapan?"
"Mana aku berani," kata Tristan sambil menunduk, lalu men

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link