Bab 9
Helena keluar dari kamar mandi hotel, pakaiannya sangat tipis.
"Rico, bantu aku keringkan rambutku."
Rico memegang alat pengering rambut, entah sudah berapa kali dia melirik ponselnya yang sudah lama dimatikan.
"Bagaimana kalau ...."
"Kamu sudah berjanji padaku." Helena menyela, "Hari ini waktumu adalah milikku."
Rico tetap diam, dia lanjut mengeringkan rambut Helena, pikirannya berkecamuk tak terkendali.
Dia memikirkan Monica, yang sedang menunggunya di hotel.
Orang tua Monica bercerai, dia adalah beban yang tidak diinginkan oleh siapa pun, dan orang tua Rico tidak menyukainya.
Rico masih belum tiba di sana, tidak tahu apakah orang tuanya akan melampiaskan amarah pada Monica?
Alat pengering rambut berdesis, dan Rico semakin gelisah.
Setelah mengeringkan rambut, Helena duduk berlutut di sofa.
"Rico, waktu kita nggak banyak."
Helena mencondongkan tubuh untuk menciumnya.
Rico tanpa sadar memalingkan kepalanya.
"Rico?"
Pikiran Rico jernih, dia ingin pergi ke hotel.
Dia mendorong Helena me

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link