Pada malam sebelum pernikahan, pacarku mengirim pesan kepada cinta pertamanya.
[Satu-satunya orang yang ingin kunikahi adalah kamu.]
Hari pernikahan semakin dekat.
Aku melihat dia sibuk mempersiapkan pernikahan sesuai keinginan cinta pertamanya.
Aku membiarkan semuanya berjalan begitu saja.
Karena baik pernikahan ini maupun dia, aku tidak menginginkannya lagi.