Bab 58
Gerakanku lebih cepat dari pikiranku.
Aku segera menarik kerah baju Daniel, lalu memiringkan tubuh dan menciumnya.
Daniel mungkin tidak mengerti mengapa aku tiba-tiba menciumnya, tetapi tubuhnya memberikan jawaban tanpa ragu.
Satu tangannya langsung memeluk pinggangku yang ramping, dan satu tangan lainnya mengelus rambutku, memperdalam ciuman itu dengan lembut.
Saat aku akhirnya mendorongnya menjauh, dia masih enggan melepaskan, bahkan jarinya menyentuh bibirku. "Kenapa tiba-tiba cium aku?" tanyanya pelan.
Aku melirik Daniel dengan setengah kesal. "Karena mau cium saja. Memangnya nggak boleh?"
Daniel tertawa kecil, lalu menjawab dengan suara rendah dan menggoda, "Boleh."
Setelah itu, dia pun langsung memiringkan wajahnya, hendak menciumku lagi.
Namun, tanganku bergerak lebih cepat. Aku menutup mulutku sendiri dan berkata, "Kamu nggak malu, ya? Ini masih siang bolong, ada banyak orang di sini."
Daniel hanya tertawa kecil dan menjentikkan jarinya ke dahiku. "Dasar nakal, padahal kamu dul

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil