Bab 19
Langkah Andien berhenti.
Dia berbalik menatap Louis tanpa ekspresi, tiba-tiba merasa sangat lelah.
"Kamu sebenarnya mau apa?"
"Kamu."
Louis menatapnya tajam, di matanya hanya ada kegilaan dan cinta.
"Aku hanya mau kamu kembali ke sisiku. Kita kembali seperti dulu, ya?"
Andien mendengus dingin.
"Tapi aku nggak bisa punya anak, nggak bisa memberi apa yang kamu inginkan. Jadi, kamu masih mau?"
Louis mengatupkan bibirnya erat.
Seolah ada sesuatu yang menyumbat tenggorokannya, membuatnya tidak bisa berkata apa-apa.
"Kamu ragu."
Andien menatap matanya tanpa berkedip.
"Kalau di hatimu kekuasaan itu yang paling penting, kenapa masih datang mencariku?"
"Kamu nggak bisa mendapatkan semua hal secara bersamaan, Louis. Kamu seharusnya lebih paham soal ini daripada aku."
Louis menghela napas pelan.
"Masalah ini kita bicarakan lain kali. Soal anak ... pasti akan ada."
Andien mengepalkan tinjunya erat-erat, membiarkan telapak tangannya menekan daging sendiri hingga rasa sakit yang menusuk menjalar.
"K

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil