Bab 12
Sebastian membawa putri kami pulang ke rumah.
Benar saja, pria itu memang sangat pandai merawat orang.
Di bawah perawatannya yang teliti dan penuh perhatian, putri kami menjadi putih bersih dan tampak sehat.
Aku sangat lega.
Keputusan dulu untuk menyerahkan putriku kepadanya memang benar.
Sebastian kembali menghubungi kepala panti asuhan, menanyakan aku dimakamkan di mana.
Mengetahui bahwa aku tak punya uang untuk membeli makam, jadi abu jenazah itu ditempatkan di rumah abu.
Dia membawa sang putri menjemputku.
Lalu menguburkan abu jenazahku di halaman belakang vila.
Dia dan putri kami menanam halaman itu sehingga penuh dengan bunga lily lembah yang kusukai.
Sebastian takut aku kesepian sendirian.
Di samping halaman, dia juga membuatkan ayunan kecil untuk putrinya.
Dia ingin agar putri kami bisa sering menemaniku saat senggang.
Namun sang putri tidak menyukainya, dia hanya menyukai sofa merah yang dibawa pulang oleh Sebastian.
Sofa tua dan usang itu, diletakkan di vila mewah, tampak san

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil