Bab 103
Dion tiba-tiba naik pitam, tetapi dia tetap menahan diri. Pria itu merendahkan suara, tinju ditekan di meja dan hanya sorot matanya yang menjadi dingin.
"Keluar."
Aku ingin menjelaskan, tetapi melihat tatapan dingin pria itu, semua kata-kata yang ingin kusampaikan tertelan kembali.
Dion dan Miko tidak akan percaya hal seperti ini. Sebanyak apa pun yang kuceritakan, mereka hanya akan curiga aku telah menguping pembicaraan mereka dan aku sengaja diutus orang kepada mereka.
Lebih baik bereskan masalah dulu baru katakan yang sebenarnya pada mereka.
Aku mengangguk, kemudian berbalik dan berjalan keluar dari ruang kerja, sekalian menutup pintu untuk mereka.
Ruang kerja ini sangat kedap suara. Setelah pintu ditutup, suara di dalam pun tidak akan terdengar lagi.
Dion dan Miko baru turun dari lantai atas saat makan.
Suasana makan itu sangat hening, aku juga tidak sempat berbicara.
Miko menerima telepon setelah makan dan membisikkan beberapa patah kata di telinga Dion. Pria itu mengangguk, kemud

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil