Bab 164
"Itu sudah seharusnya dilakukan, tapi pacarmu ini lumayan bertanggung jawab juga, segera menggendongmu masuk ke sini."
Pacar?
Tanpa sadar aku menoleh ke arah Dion, lalu buru-buru menjelaskan, "Dokter, dia bukan pacarku!"
Dokter memasang wajah penuh heran. "Malah malu-malu pula?"
"Bukan ...."
"Sudahlah, aku cuma asal bicara, anggap saja aku cerewet. Tapi pria setampan ini dan begitu perhatian padamu jangan sampai kamu sia-siakan. Aku pergi dulu, nanti urus saja administrasi keluar rumah sakit."
Selesai berbicara dokter segera pergi, sama sekali tidak memberiku kesempatan untuk membantah. Aku menarik kembali pandanganku, lalu terlihat Dion yang sedang menatapku. Seketika aku teringat perkataan Bi Hana sebelumnya. Saat itu, dia bertanya apakah aku menyukai Dion. Aku jadi agak gugup dan buru-buru mengalihkan pandangan.
Tapi setelah dipikir lagi, rasanya tidak benar. Kenapa aku harus gugup?
Aku menoleh kembali!
"Tadi aku sudah menjelaskan, kenapa kamu nggak ikut menjelaskan?"
Dion dengan te

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil