Bab 68
Setelah itu, pakaian-pakaianku di lemari perlahan berubah menjadi barang pameran, aku pun benar-benar tidak punya kesempatan lagi untuk bergaul dengan kelompok teman Riko dan Elmira itu. Setelah menikah, aku tetap tidak mau berhubungan dengan mereka, karena setiap kali melihat, aku pasti teringat tatapan ejekan samar-samar itu.
Aku tahu, teman-teman Riko itu lebih menyukai Elmira. Dalam pandangan mereka, Elmira-lah putri besar Keluarga Rasid, sedangkan aku lebih seperti seekor itik buruk rupa yang memaksa masuk. Padahal jelas-jelas sejak awal, akulah anak Ayah dan Ibu.
Aku menarik diri dari kenangan itu. Rasanya seperti baru saja menerobos keluar dari tetesan air yang berat. Aku menghirup napas dalam-dalam, tubuh rohaniku bersandar di sofa. Setelah tenang, aku baru menoleh ke arah Riko.
Dia sudah mulai mengeluh pada teman-temannya.
Hari ini yang datang tidak banyak, hanya tiga empat orang yang cukup dekat dengan Riko sehari-hari.
"Ada apa denganmu hari ini? Kelihatannya nggak begitu se

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil