Webfic
Abra la aplicación Webfix para leer más contenido increíbles

Bab4

"Kalian ... apakah kalian gila?" Suaraku bergetar. Aku tak percaya mereka bisa memunculkan ide seperti itu. Keenan mendekatiku, matanya tegas. "Sayang, jangan begitu. Kami hanya ingin semua orang bahagia." Aku segera mundur sambil berkata dengan gugup, "Jangan mendekat! Jangan sentuh aku!" Aku tahu Keenan sangat memahamiku, dia akan berhenti begitu aku mengucapkan kalimat itu. "Keenan, aku memperingatkanmu," kataku tegas. "Kamu tahu konsekuensi dari apa yang akan kukatakan!" Ini kode rahasia yang telah kami sepakati, dia selalu sangat menghargai perasaanku. Namun, reaksi Keenan kali ini sangat mengejutkanku. Dia berhenti, sedikit ketidaksabaran dan kejengkelan yang belum pernah kulihat terlintas di wajahnya. "Lalu kenapa?" Aku merasakan sakit yang menusuk, lalu air mata pun luruh. Apakah ini Keenan yang kukenal? Aku sangat cemas sampai hampir tidak bisa bernapas dan air mata mengaburkan pandanganku. Aku menatap Luna dengan putus asa, berharap dia bisa memahami perasaanku. Kami adalah s

Haga clic para copiar el enlace

Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante

Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil

© Webfic, todos los derechos reservados

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.