Bab 27 Itu Hanya Mimpi (Epilog)
Aku bermimpi sangat panjang.
Aku bermimpi masih berada di rumahku di desa pegunungan.
Aku terlahir dengan dagu lancip, lengan dan kaki yang kurus.
Seluruh penduduk desa mengatakan bahwa gadis seperti ini tidak terlihat memiliki nasib yang baik. Tubuhnya begitu kurus sampai-sampai mungkin tidak akan bisa memiliki anak.
Seiring berjalannya waktu, nenekku pun menjadi khawatir aku tidak akan pernah bisa menikah.
Dia akan setuju menikahkanku dengan siapa pun yang datang ke rumah.
Anak perempuan dari keluarga lain menerima mahar sebesar seratus juta yang dibawa dengan tongkat di atas pundak.
Aku sendiri hanya dapat 40 sampai 60 juta dengan alasan aku tidak cantik.
Dalam amarah yang meluap, aku memutuskan untuk keluar dan mencari pekerjaan daripada menikahi seseorang dengan harga murah di desa.
Pemandangan tiba-tiba berubah.
Aku bermimpi masih berjualan pakaian di kebun binatang.
Aku bermimpi bertemu Michael untuk pertama kalinya.
Hari itu, ketika aku sedang merapikan pakaianku, seorang anak

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil