Bab 29 Kita Tidak Membutuhkan
"Ibu ...."
Tiara di ranjang rumah sakit membuka matanya dan memanggil pelan setelah melihat mata Anita yang merah.
"Sayang, kamu sudah bangun! Kamu lapar? Ibu membuatkanmu bubur. Makan apel dulu, baru kamu bisa makan buburnya."
"Ibu, maafkan aku, seharusnya aku lebih berhati-hati." Tiara menatapnya dengan hati-hati, matanya yang besar dipenuhi rasa bersalah.
Anita merasa kasihan dengan sifat Tiara yang terlalu dewasa dan dengan lembut mengacak-acak rambutnya untuk menenangkannya. "Nggak apa-apa, nggak apa-apa. Selama kamu baik-baik saja, itu saja yang penting."
"Bu, apa paman jahat itu menyelamatkanku?"
Anita berhenti sejenak di tangannya saat mengupas apel. Anita mengangguk, tidak menyangkalnya.
"Dia lagi ...."
Wajah mungil Tiara berkerut. Setelah ragu-ragu cukup lama, Tiara menarik tangan Anita. "Bu, kenapa Ibu nggak memaafkan paman jahat itu? Aku rasa dia nggak seburuk itu."
Anita memberinya apel yang baru dipanggang. "Anak-anak nggak boleh ikut campur dalam urusan orang dewasa. Ini

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil