Bab 61 "Tunggu Panggilanku."
Nadine masih dalam keadaan linglung. Telinganya terasa panas. Dia membuka mata dengan wajah kosong kebingungan.
Hasrat di mata pria itu menghilang sepenuhnya, digantikan oleh kilatan dingin.
Ravin berkata, "Turun."
Kabut di mata Nadine belum sepenuhnya menghilang, bahkan ujung matanya masih tertutup kebingungan.
Dia bersikeras tidak bergerak. Lengan rampingnya tetap memeluk erat, tidak mau lepas.
Dia tidak rela menyerah.
Mata Ravin kini dingin sepenuhnya. Alis tebalnya mengerut dengan sedikit amarah yang terpendam. Tubuh Nadine diam-diam menegang dan napasnya terhenti.
Wanita menatap dengan teguh, bibirnya terbuka dalam bisikan yang samar. "Aku bisa."
Ravin memandang wajah cantik menggoda itu dari atas dan tenggorokannya terasa kering. "Nggak tertarik lagi."
Hawa dingin menyusup di hati Nadine.
Amarah meluap dari dalam dirinya, dadanya naik turun beberapa kali sebelum berhasil diredam. Wajahnya memerah. Dia melepaskan cengkeramannya, bersandar pada tepi meja dan bergerak menjauh.
Berdi

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil