Bab 109
"Nggak bisa, aku lapar ...."
Tubuh Rosie jujur sekali. Setelah diciumi seperti itu, reaksinya makin kuat.
Dia tidak menyangka Carlo begitu tergesa-gesa.
Rosie agak kewalahan
Namun kalau hidangan ini tidak segera dimakan, akan dingin.
Dia ingin melepaskan diri dari pelukannya, tapi Carlo memeluknya erat.
Napas Carlo berat, pipi mereka menempel.
"Kalau begitu kita makan dulu."
Wajah Rosie memerah dan segera mendorongnya menjauh.
"Ckck ...."
Carlo perlahan melepaskan tangannya, menahan bara di dada, lalu mengancingkan kancing di belakang Rosie.
...
"Kamu makan daun seledri?"
Carlo melihat daun seledri yang ditaburkan di atas makanan dan rasa manis di bibir Rosie ketika dicium tadi.
"Hmm."
"Nggak perlu memaksakan diri."
"Nggak Aku hanya merasa ternyata lumayan enak."
Dulu, Rosie bahkan tidak kuat mencium daun seledri.
Sekarang dia malah suka dan merasa lumayan enak.
"Kamu pintar masak juga."
Rosie tersenyum.
Tidak menjawab pertanyaannya.
Hayden suka masakan yang dia buat. Hayden sangat pem

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil