Bab 116
Begitu keluar dari toilet.
Rosie tiba-tiba ditarik sosok berbaju putih ke arah toilet khusus disabilitas.
Punggungnya menempel ke dinding dingin, tapi tengkuknya ditopang telapak tangan panas, jadi tidak terbentur.
"Ah!"
Rosie sedikit mabuk, jadi suaranya terdengar manja.
Membuat tubuh pria di depannya menegang.
Kedua tangannya menempel di dada panas pria itu.
Mereka sangat dekat, Rosie bisa mencium wangi tembakau tipis bercampur cendana.
Rosie mengenali aroma itu. Dari ujung mata, dia juga menangkap garis wajahnya yang memesona.
"Carlo, apa yang kamu lakukan ...."
Napasnya yang lembut seperti sedang manja, tapi juga seperti menegur.
"Aku nggak memuaskanmu?"
"Kamu ngomong apa?"
"Perut seksi model pria enak diraba atau perutku?"
"Kamu cemburu?"
Rosie memiringkan kepala, aroma bunga persik menguar dari bibirnya dan menyebar di dada Carlo yang kancingnya terbuka dua.
Rasanya gatal dan panas.
"Aku takut kamu merusak nama baikku."
"Kamu pikir terlalu jauh, itu hanya nggak sengaja."
Mendenga

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil