Bab 145
Entah bagaimana Carlo mendidik Samuel sampai jadi seperti ini, penakut dan malah mundur saat menghadapi masalah?
Pria itu juga tidak bersuara.
Dengan kedua tangan di dalam saku, pria itu memandang Kakek Yudhi yang sedang tertawa, lalu melihat Rosie yang naik pitam.
"Kenapa? Diam saja? Kamu ini pria dewasa, bahkan kalau orang lain berbuat salah juga nggak boleh memperlakukannya seperti ini. Mentang-mentang kalian menang jumlah? Mau tutup toko? Kenapa nggak terbang saja ke langit?"
"Neng, ini ...." Samuel diam-diam memberi isyarat mata dari samping.
"Eh! Kamu di pihak mana? Aku mengandalkanmu untuk berkelahi." Rosie melemparkan tatapan sinis padanya.
"Gadis kecil, kamu benar-benar pemarah."
Pria itu akhirnya angkat bicara. Suaranya jauh lebih lembut kali ini.
Kemarahan Rosie juga mereda sedikit, tetapi masih merasa kesal.
"Itu tergantung lawannya! Seorang pria dewasa merundung orang tua, apa itu pantas?"
Samuel ingin mengatakan sesuatu.
Pria itu melirik Samuel, langsung membuatnya diam.

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil