Bab 272
Saat Rosie masih syok, Carlo muncul di hadapannya.
Belum sempat dia bicara, Carlo langsung memeluknya sangat erat sampai dia sulit bernapas.
Rosie menepuk punggungnya, barulah Carlo sedikit mengendurkan pelukan, tapi tetap tidak melepaskannya.
"Kenapa kamu datang? Bukankah kamu ...." Rosie bisa mendengar detak jantung Carlo yang kencang.
"Untung kamu nggak apa-apa." Carlo mempererat tangannya di pinggang Rosie.
"Kamu tahu dari mana?"
Carlo perlahan melepas pelukan. Dua pengawal di belakangnya sudah masuk halaman untuk memeriksa.
"Tadi aku dan Samuel mau ambil bunga di toko, lalu mendengar ada yang bilang kirimannya buat Studio Sieda, jadi aku melihatnya sekilas. Awalnya nggak curiga, tapi di jalan aku melihatnya berhenti dan melakukan sesuatu dengan bunga itu. Aku mau mengejarnya, tapi dia naik motor, jadi nggak bisa dikejar."
"Terus ... kembang api itu ...."
Rosie teringat, begitu suara ledakan terdengar, kembang api langsung menyala, menutupi suara ledakan, jadi tidak ada yang curiga

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil