Bab 26
Sebuah aroma makanan hangat dan lembut segera menguar, seketika mengusir rasa lelah dan dingin yang menyelimuti dirinya.
Mason berdiri di depan pintu.
Wajahnya yang tampan dan tegas, entah bagaimana, memancarkan kelembutan seorang pria rumah tangga yang baik.
"Kamu sudah pulang ... mau makan bersama?"
Namun sebelum kata-katanya selesai, pandangan dalamnya tertuju pada perban putih yang mencolok di lengan Saskia, alisnya langsung berkerut menjadi garis tajam.
"Apa yang terjadi?"
Suaranya rendah, membawa tekanan yang tak bisa diabaikan.
"Aku sedikit terbentur di jalan."
Saskia menjawab santai, seolah itu hal sepele.
Namun Mason jelas tidak mudah dibohongi.
Dia melangkah mendekat dengan langkah panjang.
Setibanya di depan Saskia, sosoknya yang tinggi membayangi, memancarkan aura menenangkan.
Dengan jari-jari yang tegas dan kokoh, dia perlahan menyentuh tepi perban yang kasar dengan sangat hati-hati, seolah itu adalah harta yang rapuh dan mudah pecah.
"Kamu pergi ketemu Johan? Dia yang mem

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil