Bab 31
Dia paling tidak tahan melihat Gisel menderita sedikit pun.
Jari-jari tegasnya menepuk meja dua kali dengan ringan, suaranya dingin seperti es.
"Kalau kamu nggak bilang, aku akan mencari tahu sendiri."
Kalimat yang terdengar sederhana itu justru sarat dengan aura dominasi dan kekuasaan yang sulit ditolak.
Baru kemudian Gisel perlahan mengangkat pandangannya, dan matanya yang biasanya polos kini mulai dipenuhi air mata berkilau, seolah akan pecah kapan saja.
Dengan tangan gemetar, dia mengeluarkan surat penahanan yang penuh kerutan dari tas Hermes-nya.
"Kak ... aku bukan ingin mengadukan siapa-siapa."
Gisel terisak, air matanya jatuh deras seperti mutiara yang putus benangnya.
"Aku hanya ... aku hanya nggak mengerti, bagaimana mungkin Johan bisa ... "
...
Sementara itu, setelah menenangkan diri sejenak, Saskia segera kembali fokus pada pekerjaannya.
Pengujian berhasil, dan kini sudah memasuki tahap akhir.
Dia menekan kode terakhir, dan di layar komputer muncul tulisan hijau "Tes Berhasi

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil