Bab 45
Rangga perlahan menarik kakinya kembali.
Dia melangkah mendekati Saskia dan dengan lembut menempatkannya di belakang tubuhnya. Gerakannya penuh kelembutan sekaligus rasa protektif.
"Kamu baik-baik saja, 'kan?"
Sebenarnya, dia sudah ingin bertindak lebih tegas sejak awal.
Saskia sempat terkejut melihat Johan terpental, tapi kemudian tersenyum tipis.
"Aku nggak apa-apa."
Rangga menatap pergelangan tangannya yang memerah dengan tatapan suram.
Tendangan tadi memang terlalu ringan. Dia pun berbalik, menatap para tamu yang tercengang sekaligus Johan yang tergeletak di lantai dengan kondisi berantakan.
Suaranya dingin namun tegas, menggema di seluruh aula.
"Aku akan memperkenalkan seseorang kepada semua orang."
Dia meletakkan tangannya dengan lembut di bahu Saskia, menunjukkan kebanggaan dan rasa sayang tanpa sedikit pun disembunyikan.
"Ini adalah adik perempuanku, Saskia Juwono. Dia juga merupakan satu-satunya putri dari Keluarga Juwono di Kota Mandara yang kami cari selama delapan belas tah

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil