Bab 17
"Kamu sudah bangun," ucap Vania dengan nada tenang dan dingin, seolah mereka berdua hanyalah orang asing yang kebetulan bertemu.
Bastian sangat bahagia sampai seluruh tubuhnya bergetar.
Selama sebulan penuh, Bastian tidak pernah melihat Vania. Kerinduan terus menyelimuti hatinya dan hampir membuatnya gila.
Pada saat ini, akhirnya dia bisa kembali bertemu dengan Vania. Setelah mendengar suara Vania lagi, perasaan rindu yang terpendam pun seketika meluap tanpa bisa dibendung.
Dengan mata memerah, Bastian tiba-tiba berdiri dan memeluk Vania dengan erat.
"Vania, ternyata benar kamu ... Vania, aku sangat merindukanmu."
Suara Bastian terdengar pelan dan serak, menyiratkan kerinduan dan kasih yang tak berujung.
Tubuh Vania menegang, lalu dengan paksa mendorongnya menjauh. "Bastian, kita sudah bercerai."
Bastian menatap pelukannya yang tiba-tiba kosong, seketika hatinya merasa sedih.
"Vania, aku nggak setuju dengan perceraian itu," ucapnya dengan cemas, berusaha menjelaskan, "Hari itu, aku mab

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil