Bab 22
"Mau panggil pekerja buruh dari proyek untuk bantu kamu?" Sinta tertawa terbahak-bahak. "Wajar juga, kemampuanmu cuma segitu."
Stella berkata dengan marah, "Kenapa dengan pekerja buruh? Mereka cari nafkah dengan tangan sendiri dan banting tulang untuk keluarga. Kamu punya hak apa menertawakan mereka?"
"Ini yang kamu sebut sebagai didikan benar? Tadi, kok kamu nggak sok jago di depan Pak Lucas? Keahlianmu menindas orang makin andal saja."
Sinta mengangkat tangan, lalu hendak menampar Stella lagi. Namun, Jimmy menahannya. Sinta berkata dengan marah, "Saat seperti ini, kamu masih membela si anak durhaka ini!"
Ekspresi Jimmy sangat jelek. Kemudian, dia menyerahkan serangkaian pesan yang baru saja diterimanya pada Sinta. "Barusan, Keluarga Wibowo bersama para investor telah mencabut semua investasi mereka!"
Ekspresi Sinta berubah. Dia segera merebut ponselnya. "Kenapa begini?"
"Ayo!" Jimmy menarik Sinta. "Ini lebih penting. Kita pulang sekarang!"
Sekujur tubuh Sinta gemetar karena marah. Di

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil