Bab 80
Mata Simon sedikit berbinar. "Kita bertemu di ruang rapat setengah jam lagi. Aku akan mengajak Stella keliling. Kamu nggak perlu ikut."
Willy terdiam. Dia menyadari Simon sedang kesal.
"Kak, Mimi itu putri sulung Keluarga Marajaya?"
"Kamu kenal?" Saat menatap Stella, ekspresi Simon menjadi jauh lebih lembut.
Stella mengangguk. "Bisa dibilang kenal. Dulu, sepertinya kami pernah bertemu di sebuah acara. Waktu itu kasus Keluarga Marajaya heboh sekali. Di seluruh kota, sulit rasanya ada yang nggak tahu."
"Dia sangat kuat." Tidak semua orang bisa jatuh ke titik terendah, tetapi masih memiliki keberanian untuk bangkit lagi.
Stella mendekati Simon. "Kak, dulu Mimi berada di kantor pusat. Sekarang, dipindahkan ke sini. Bisa dibilang, dalam arti tertentu, dia dibuang, 'kan?"
Kata dibuang membuat Simon tersenyum.
"Aku salah ngomong, ya?"
"Nggak, istilah itu cukup tepat. Kantor pusat memang besar, tapi tiap divisi memegang kendali masing-masing. Kalau dipindahkan ke cabang, meski jabatannya tingg

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil