Bab 99
Di toilet.
Stella mencuci wajahnya dengan air bersih.
Kemampuan minum Stella sebenarnya tidak seburuk itu.
Sebelum datang, dia sudah menduga akan minum-minum, jadi dia sengaja menyuntik diri beberapa kali sesuai cara yang pernah dia pelajari. Secara logika, dia seharusnya tidak mabuk sampai separah itu.
Stella bersandar di wastafel. Dia menatap bayangannya di cermin yang remang-remang. Penglihatannya makin buram. Dia mengangkat tangan, menepuk-nepuk pipinya. Dia berusaha membuat dirinya sadar.
Dia merogoh kantongnya. Dia baru teringat jika ponselnya tertinggal di kursi.
"Maaf."
Stella terhuyung keluar dari kamar mandi. Baru sampai di pintu, dia sudah menabrak seseorang. Meski kesadarannya agak kabur, sopan santun dan etika dasarnya masih tetap ada.
"Nona Tas?"
Ansel mengangkat alis, sorot matanya penuh sindiran dan canda.
Stella mengerutkan alisnya. Wajahnya yang putih itu, kini memerah. "Kamu salah orang."
"Nggak." Ansel sebenarnya tahu siapa Stella, tetapi entah kenapa dia malah mema

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil