Bab 8 Selamat, Kamu Masuk Neraka
Hati Tania bergetar hebat, seolah-olah ada yang menggerogoti daging dan darahnya. Seluruh tubuhnya sakit.
Tania tak kuasa mengendalikan diri. Air matanya mengalir deras. Bibirnya bergerak lama sebelum akhirnya terbata-bata bertanya pada dokter, "Pasien vegetatif ... apa masih bisa siuman?"
Dokter menghela napas. "Sulit dikatakan. Ini tergantung usia pasien, penyebab koma, kondisi pendarahan otak, dan kerusakan saraf otak. Ada yang bisa siuman, ada yang koma berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum meninggal."
Tania tidak bisa berkata-kata.
Omongan dokter bagai petir menyambar bagi Tania. Matanya dipenuhi kesedihan.
Teringat kakaknya yang tampan, lembut, dan elegan sebelum terluka parah, tetapi kini terbaring di ruang ICU dengan selang di sekujur tubuh.
Serta didiagnosis sebagai pasien vegetatif. Hati Tania sangat pedih.
Air mata mengalir tak henti seperti mutiara yang putus talinya. Tenggorokan Tania tersumbat, tidak bisa mengeluarkan suara sedikit pun.
Melihatnya begitu sedih, dokte

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil