Bab 81
"Mana? Yang mana orangnya?" Cissa kira, Xena betulan menyembunyikan pria di rumah. Dia melihat sekeliling untuk mencari jejak pria itu di sana. "Di lemari?"
Dia menyeringai dan bertanya, "Lagi nggak pakai baju, ya?"
Xena terdiam sejenak.
Sementara itu, Wina memberi Xena tatapan serius. "Jadi?"
"Aku nggak menyembunyikan siapa-siapa di sini," jawabnya jujur. "Itu jaket bosku. Ketinggalan di sini."
"Punya Jinan?" tanya Wina.
Xena mengangguk. "Ya, siapa lagi kalau bukan dia? Bosku cuma dia."
Semangat Cissa yang sudah menggebu-gebu langsung digantikan penuh kecewa setelah mendengar bahwa di sana hanya jaket tanpa pemilik. "Duh, cuma jaketnya."
"Dia pria tinggi dan tampan yang waktu itu? Yang aku suruh kamu supaya mendekatinya, 'kan?" tanya Wina.
Xena mengangguk. "Ya," jawabnya singkat.
Wina kembali menginterogasi, "Kenapa jaketnya bisa ada di rumahmu? Dia pernah mampir?"
Mengingat kembali momen keduanya saling memeluk saat terjebak di lift, Xena merasa agak canggung.
Matanya tidak berani me

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil