Bab 18
Namun orang yang masuk adalah Helena.
"Kamu akhirnya bangun, kamu buat aku takut setengah mati, tahu nggak?"
Helena bergegas maju, air mata kegembiraan mengalir di wajahnya.
Namun, tangan Helena yang baru saja hendak meraih tangan Rico, langsung ditepis.
"Kenapa kamu?"
Helena merasa tersengat oleh tatapan dingin Rico, senyumnya lenyap.
"Siapa yang kamu harapkan? Monica?"
"Kamu sudah membuat persiapan selama tiga tahun dan hampir dipromosikan menjadi CEO, tetapi karena Monica, kamu meninggalkan segalanya."
"Kamu sudah mengorbankan begitu banyak, apakah Monica peduli padamu?"
"Diam!"
Urat di dahi Rico menonjol, "Kalau bukan karena kamu, masalah nggak akan jadi seperti ini."
Helena tersenyum, lalu air mata mengalir di wajahnya.
"Rico, kamu ini manusia atau bukan, kamu yang memprovokasiku duluan! Kamu yang bilang perasaanmu pada Monica hanyalah sebuah tanggung jawab, orang yang benar-benar ingin kamu nikahi hanyalah aku!"
Namun Rico tetap tidak terpengaruh.
"Kamu juga nggak sepolos itu. Se

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil