Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 10

Setelah Elina dan Harris dibawa ke rumah sakit jiwa, ponselku tenang selama beberapa hari. Hari orang tua Alvin terbang dari Kota Bipura, Kota Seruni diguyur hujan kecil. "Vina!" Begitu masuk, Bu Mira langsung memelukku, matanya merah. "Kami sudah tahu semuanya ... kamu pasti sangat menderita." Pak Agam berdiri di belakang, menepuk bahu Alvin. "Kamu tangani cukup baik." Hidungku terasa asam. Saat kami membuat buku nikah, orang tua Alvin sengaja datang menemuiku. Bu Mira waktu itu berkata. "Mulai sekarang ini rumahmu." Selama bertahun-tahun, dia sering kirim pakaian, suplemen, bahkan acar buatannya sendiri. Di telepon selalu ada kalimat: [Vina, kalau kurang sesuatu bilang sama Ibu.] "Bu, aku nggak kekurangan apa-apa." Aku menariknya untuk duduk. "Nggak perlu terlalu khawatir, Bu." "Gimana bisa nggak khawatir?" Bu Mira menggenggam tanganku erat. "Masalah sebesar itu, kamu tanggung sendirian ... " "Nggak sendirian." Alvin duduk menyelip di tengah. "Ada aku." Bu Mira memelototinya. "Kamu m
Bab Sebelumnya10/10
Bab selanjutnya

Klik untuk menyalin tautan

Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik

Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.