Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Semua

Bara Cinta Setelah Perceraian
Saat itu, Olivia Wirya dan Leo Hadi menikah kilat. Tidak ada pernikahan megah, tidak ada bulan madu.Tiga tahun hidup bersama, semuanya berlangsung tenang dan harmonis, seperti permukaan danau tanpa riak. Hingga suatu malam, dalam keadaan mabuk, Leo menyebut nama wanita lain. Barulah Olivia sadar, ternyata hati suaminya sudah dimiliki orang lain.Tidak lama setelah itu, Leolah yang lebih dulu mengusulkan perceraian.Olivia tidak marah, tidak memohon. Malah sebaliknya, dia menyetujui dengan cepat. "Aku nggak akan mengganggumu. Aku tulus berharap kamu menemukan cinta sejatimu," katanya dengan senyum tipis.Setelah itu, dia melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Hidupnya terus berjalan. Dia menemukan cinta baru dan tidak lama kemudian, mulai membicarakan pernikahan. Semuanya berjalan mulus, seperti jalan bebas hambatan. Namun, malam sebelum pertunangan, sesuatu terjadi. Olivia mabuk. Langkahnya gontai, hingga tubuhnya tak sengaja menabrak seorang pria tinggi yang berdiri di dekatnya. Sebelum dia jatuh, tangan kokoh pria itu menangkap pinggangnya, menahannya dengan erat. "Sudah puas bermain-main?" ujar pria itu.Olivia melepaskan diri dengan tenang, matanya menatap pria itu seperti melihat orang asing. "Tolong jaga sikapmu," katanya, suaranya dingin. "Aku akan segera menikah. Kalau tunanganku tahu ... ""Biar saja dia tahu," pria itu memotong, suaranya lebih rendah, seperti ancaman samar. Dia mendekat, tatapannya penuh keyakinan yang tak tergoyahkan. "Biar dia tahu kamu adalah milikku."
Andai Seperti Pertama Bertemu
"Pak Sigit, selamat! Anda telah lulus wawancara online di perusahaan kami. Surat penawaran sudah dikirimkan ke email Anda. Kami mengharapkan Anda bergabung di Lyndon dalam waktu setengah bulan. Apa ada pertanyaan?" Dari ujung telepon, terdengar suara seorang pria berbicara dalam bahasa Inggris yang fasih. Sigit Wardana tanpa ragu langsung menyetujuinya."Nggak ada masalah. Saya akan datang tepat waktu." Begitu telepon ditutup, kenop pintu berputar, dan Susan Setiadi masuk ke dalam. Melihat Sigit, dia menyerahkan sebuah kantong kertas dengan sigap."Kemarin ada urusan mendadak di firma hukum, jadi aku nggak bisa menemanimu merayakan tahun baru. Jangan marah, ya." Ucapannya terdengar tulus. Sigit tidak banyak bertanya, hanya menerima kantong itu dan melirik isinya. Sebuah gelang kayu cendana tergeletak di dasar kantong kertas.Bahkan untuk sekadar mengemas gelang itu pun Susan tidak mau repot-repot.Gelang kayu cendana itu memang mahal, tapi yang membuatnya mahal bukanlah gelang itu sendiri, melainkan gelang kayu gaharu yang merupakan pasangannya. Gelang kayu cendana ini hanyalah bonus dari gelang kayu gaharu tersebut.Gelang kayu cendana itu ada di sini, berarti Susan telah membeli gelang kayu gaharu. Namun, dia memilih memberikan bonusnya kepada Sigit. Kalau saja Cahyo Sumadi tidak mengirim foto-foto itu kemarin, yang salah satunya menampilkan gelang yang ukurannya sangat mencolok dengan kualitas istimewa, mungkin Sigit tidak akan menyadari bahwa pacarnya selama lima tahun itu memilih memberikan gelang utama kepada orang lain dan hanya memberinya gelang bonus.
Putri Kaya yang Diremehkan
Pertarungan Satu Lawan Satu: Kedua Pihak dengan Identitas Palsu, Mari Saling Bongkar Rahasia!Tujuh belas tahun yang lalu, putri kandung keluarga Amarta tertukar. Tujuh belas tahun kemudian, anak itu akhirnya ditemukan dan dikembalikan ke keluarganya.Namun saat kepulangan sang putri, dia tidak diterima dengan baik. Ayahnya meremehkannya, neneknya tidak menyukainya dan tunangan resminya pun memandang rendah dirinya.Ayahnya berkata, "Keluarga Gunawan tidak akan menerima gadis desa sebagai menantu. Demi kepentingan kedua keluarga, kami akan mengumumkan kalau kamu hanya anak angkat."Neneknya berkata, "Nilai belajarmu sangat buruk. Kamu tidak pantas tidur di kamar utama, pindahlah ke kamar tamu."Tunangannya berkata, "Hanya putri kandung keluarga Amarta, Vivi, yang pantas bersamaku. Gadis kampungan sepertimu, enyahlah!"Alice hanya menanggapinya dengan santai, "Aku tidak peduli."Namun kemudian ...Nama Alice sering muncul di berita utama.Pengungkapan pertama: genius dengan nilai sempurna di ujian nasional adalah Alice!Pengungkapan kedua: Peretas hebat dengan nama samaran "Gagak" adalah Alice!Pengungkapan ketiga: Orang nomor satu di daftar dokter ilahi adalah Alice!Pengungkapan keempat: Kesayangan Pak Damian adalah Alice!Pengungkapan kelima: ...Orang-orang yang dulu meremehkan Alice kini kena batunya. Mereka semua merendahkan diri, memohon bantuan, tetapi ditolak mentah-mentah oleh seorang pria yang melindungi Alice.Damian Cavali berkata, "Istriku hanya milikku."Setelah berkata dengan tegas, dia berbalik dan berkata pada Alice dengan penuh kasih, "Istriku punya banyak identitas, jadi aku harus berlindung di baliknya."Alice menjawab dengan wajah dingin, "Pak Damian, jangan berpura-pura. Identitas palsumu sudah terbongkar."
Halaman sebelumnya
1
2345Halaman selanjutnya

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.