Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 12

Kalimat itu bagaikan pisau tajam yang menusuk tepat ke dalam lubuk hati James yang sedang kalut. Dia terpaku di tempat, lalu wajahnya perlahan-lahan memucat. Silvi menatapnya dengan pandangan yang menyiratkan rasa iba sekaligus muak. "Sebelum pergi, Camelia berpesan padaku." Suara Silvi melembut, tetapi setiap katanya terasa menghujam hati, "Dia mengatakan kalau kamu datang mencariku, aku harus mengatakan padamu kalau nggak ada kesedihan yang lebih besar daripada patah hati. Camelia bahkan nggak memiliki sisa tenaga lagi untuk membencimu." Tubuh James tersentak hebat, seolah seluruh kekuatannya baru saja dikuras habis. Dia terhuyung mundur satu langkah, lalu punggungnya menabrak dinding yang dingin. Tidak ada kesedihan yang lebih besar daripada patah hati. Camelia bahkan tidak memiliki tenaga untuk membenci. Jadi, bahkan untuk sekadar dibenci olehnya pun, dia sudah tidak memiliki kualifikasi lagi? Silvi menatapnya untuk terakhir kali, lalu berbalik pergi. James berdiri di sana untuk wa

Klik untuk menyalin tautan

Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik

Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.