Beberapa tahun kemudian.
Di sebuah pulau pribadi yang indah.
Sinar matahari, pantai berpasir, air biru jernih dan bangunan putih.
Semuanya terlihat persis seperti gambar di kartu pos.
Pernikahan Camelia diadakan di sini.
Dia hanya mengundang keluarga dan teman terdekat.
Camelia mengenakan gaun pengantin putih bersih yang tampak sederhana dan elegan tanpa ekor gaun yang panjang, tetapi gaun itu dengan sempurna menonjolkan pinggangnya yang ramping serta garis bahu dan lehernya yang anggun.
Kerudungnya berwarna sampanye muda dan berkilauan lembut di bawah sinar matahari.
Camelia berdiri di bawah lengkungan bunga sambil memegang buket bunga bakung putih dan tersenyum bahagia.
Sorot tatapannya memancarkan kesan bahagia dan damai yang begitu tulus dan tanpa beban.
Sang mempelai pria yang mengenakan setelan putih berdiri di samping Camelia. Sorot tatapannya yang dalam menatap Camelia dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Si pendeta pun membacakan janji pernikahan dengan suara lembut.
"Camelia