Bab 9
Tubuh Dicky menegang, hampir tidak terasa.
Jatuh hati?
Dia pada Alice?
Wanita yang dulu dia anggap cocok, alat yang dia nikahi demi memancing amarah keluarga?
Mana mungkin!
Namun rasa nyeri tajam yang jelas terasa di kedalaman dadanya, serta detail-detail kecil yang selama tiga tahun ini dia abaikan, kini bergulung liar, membantah penyangkalannya tanpa suara.
"Kenapa kamu datang ke sini?" Dicky mengalihkan pandangan, nadanya kembali dingin dan tegas.
"Oh, hampir lupa urusan penting." Austin menyingkirkan candaannya, meski tatapannya tetap menyelidik. "Aku melihat pencarian panas, jadi datang melihatmu. Ternyata itu benar-benar kakak ipar ... tapi ngomong-ngomong, rezeki nggak jatuh ke tangan orang lain. Bisa nggak kamu kenalkan aku padanya?"
"Omong kosong apa ini? Dia istriku." Dicky memotongnya, nada suaranya tajam tanpa dia sadari.
Austin tertegun. Ekspresinya berubah aneh. "Istri? Dicky, kamu masih belum tahu?"
"Tahu apa?"
Austin mengeluarkan ponsel, mengetuk beberapa kali, lalu men

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda