Bab 14
Ketika Wina tiba di kantor polisi, Christian dan Christo sudah selesai membuat berita acara.
Meskipun kedua bersaudara itu duduk bersebelahan, mereka saling membelakangi, tak seorang pun menghiraukan yang lain.
"Kalian, Nona Wina sudah datang."
Polisi wanita yang mendampingi Wina berdeham pelan dan berkata dengan suara lembut.
Begitu mendengar nama "Wina", kedua bersaudara itu serentak menoleh dan berdiri, mata mereka berbinar, lalu berbicara bersamaan ...
"Wina, kamu datang!"
"Wina, aku tahu kamu nggak tega meninggalkan aku!"
Begitu kata-kata itu terucap, keduanya sama-sama tertegun sejenak, lalu serempak memalingkan wajah, tidak mau saling melirik sedikit pun.
"Mereka dari tadi memang seperti ini."
Polisi wanita itu mengerutkan kening sambil menjelaskan kepada Wina, "Jelas-jelas saudara kembar kandung, datang bersama pula. Entah apa penyebabnya sampai mereka bisa berkelahi separah ini."
Barulah saat itu Wina menyadari bahwa wajah mereka berdua sama-sama penuh luka.
Lingkar mata Chris

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda