Bab 17
Andien langsung menggendong Bella Cesar, mengecup pipi kecilnya dengan penuh sayang.
"Nyonya, pihak panti asuhan di dalam negeri sudah mengirim kabar."
Kepala pelayan berkata dari belakang dengan hormat.
Andien mengangguk, lalu menurunkan Bella.
"Baik, kamu pergi main sendiri dulu."
Bella mengedipkan matanya, menatap Andien dengan wajah penuh harap.
"Adikku mau datang, ya?"
"Aku sudah menyiapkan hadiah untuk adik. Dia kapan sampai di Burlin?"
Andien mengusap kepala kecilnya.
"Nanti begitu dia tiba, Ibu ajak kamu jemput di bandara, ya?"
"Kalau begitu Ibu harus janji, nggak boleh bohong."
Bella mengaitkan kelingkingnya dengan jari Andien. Baru setelah itu dia pergi dengan puas.
Recky memeluk Andien dari belakang, menyandarkan kepala di lekuk bahunya.
"Masalah adopsi ini, aku sempat khawatir Bella akan menolak. Sekarang kelihatannya kekhawatiranku berlebihan."
Bella adalah anak yatim piatu dari kerabat Recky.
Saat baru tiba di Burlin, Andien sering pergi ke gereja di pinggiran kota untuk

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda