Bab 14
Wajah Haris berubah. Bagaimana mungkin perusahaan bermasalah.
Dia menutup telepon, dan menatap Wendy dengan enggan. "Setelah urusan perusahaan selesai, aku akan memberimu penjelasan."
Setelah kembali ke tanah air, Haris tanpa henti langsung menuju perusahaan.
Begitu tiba, dia melihat beberapa pemegang saham sudah berkumpul. Wajah Bu Tania sangat muram, seolah-olah bisa meneteskan tinta.
"Laporan proyek Ardilaga bermasalah, apa kamu tahu?"
Haris sangat terkejut.
Ardilaga adalah proyek besar Grup Sutomo tahun ini, seorang pemegang saham melempar setumpuk laporan ke hadapan Haris. "Lihat sendiri!"
Haris membukanya, melihat dokumen yang penuh kesalahan itu, dan alisnya makin berkerut.
Hingga dia melihat tanda tangan Lisa di bagian akhir dokumen, wajahnya pun agak memucat.
Pemegang saham mengetuk meja sambil memperingatkan, "Kami menyerahkan perusahaan kepadamu karena menghargai kemampuanmu, tapi kamu justru mengangkat orang seperti ini, hampir menghancurkan proyek besar perusahaan. Soal in

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda